Jumat, 15 Februari 2008

Instink

Gambaran Umum Instink
Dalam bahasa keilmuan yang telah banyak diperbincangkan para ahli, bahwa instink bersifat pada nalar yang berada dibawah alam sadar. Walaupun demikian, ketika seorang manusia yang berada dibawah alam kesadarannya akan tetap mengingat terhadap diri dan lingkungannya walaupun hal tersebut tidak seperti ingatannya ketika dalam keadaan sadar.

Instink, perasaan atau keadaan pemikiran yang tidak terlalu terkontrol dan ada dengan sendirinya. dalam artiannya, instink tersebut tidak perlu adanya pembelajaran. karena yang berjalan pada saat itu hanyalah nalar alam bawah sadar. satu contoh untuk pemahaman terhadap insting adalah ketika seseorang sedang melakukan perjalanan, kemudian hujan turun dengan lebatnya, maka instink langsung bereaksi dan memberikan respon proaktif. tanpa fikir panjang lagi, ia akan berlari dan mencari tempat yang teduh untuk menghindari hujan.

begitupun yang sering terjadi pada hewan. dimisalkan seekor kambing yang sedang melintasi jalan, kemudian terdengar suara mobil mendekat, walaupun pada kenyataannya hewan tersebut tidak mempunyai akal fikiran untuk melakukan analisys, namun reaksi dari alam bawah sadarnya langsung merespon dan ia cepat berlari mencari aman. sehingga gambaran yang terjadi dalam pada dua peristiwa diatas adalah reaksi spontan dari instink yang ada pada spesies makhluk hidup adalah dibawah kendali alam bawah sadar.

banyak sekali hal yang terjadi disekitar kita yang menunjukan terhadap reaksi instink tersebut. sekalipun manusia yang mempunyai akal fikiran yang luas, namun reaksi dari instink tetap saja menjadi kontributor terhadap keberlangsungan hidupnya.

Instink Vs Akal
walaupun dalam teori yang telah dikemukakan diatas, namun ada sebagian orang yang memperdebatkan apakah instink tersebut bagian dari akal?

hal ini tentu menjadi perbincangan hangat para intelek. mereka saling mengedepankan teori mereka masing-masing . dalam hal ini mereka memberikan pendekatan gambaran umun mengenai akal dan instink. sebagian mereka menyatakan bahwa yang melatarbelakangi proses kehidupan manusia adalah adanya supir kehidupan atau lebih dikenal dengan akal. karena akal bisa memanipulasi semua keadaan, ketika seseorang dihadapkan dengan suatu permasalahan, maka nalar otak (akal) yang berkontribusi untuk problem solving lain halnya dengan instink yang hanya ada dibawah alam sadar, ia hanya memberikan kontribusi yang memang relatif berarti bagi kehidupan. mungkin dari kata relatif tadi bisa diambil hemat pengertian, karena pada kenyataannya, instink yang berkontribusi pada alam bawah sadar hanyalah bergerak sesuai dengan indra penglihatan dan pendengaran.

lain halnya dengan akal yang nalar lihatnya melalui berbagai aspek. dan hal ini menginti terhadap keberlangsungan kehidupan manusia itu sendiri. karena dengan analisys akal ia akan memikirkan baik buruknya suatu hall yang sedang terjadi dan yang akan terjadi sesudahnya. dan jika instink yang bergerak hanyalah mengedepankan cari aman tanpa adanya nalar yang lebih lanjut.wallahu a'lam


Tidak ada komentar: